Month: August 2017

Leave a reply

Beberapa Hal yang Patut Menjadi Pertimbangan saat Pilih Sekolah Pilot

Sekolah pilot semakin hangat diperbincangkan. Betapa tidak, lembaga pendidikan yang menjadi satu-satunya tempat bagi cadet dalam menempuh pendidikan untuk menjadi seorang penerbang yang handal. Lewat pendidikan yang dijalani memberikan para cadet pengetahuan dan kemampuan teknis secara maksimal agar nantinya ketika terjun di dunia kerja dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Saat ini, sekolah penerbangan yang berdiri baik itu di dalam maupun juga luar negeri cukup banyak. Meski demikian perlu berhati-hati, karena bukan tidak mungkin bakal banyak kerugian yang dialami jika sampai salah pilih, mulai dari biaya pendidikan yang tidak sesuai, pelatihan yang kurang memuaskan, bahkan masa depan yang terancam karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Well, berikut beberapa hal penting yang patut menjadi pertimbangan saat memilih sekolah pilot:

Program sekolah

Kriteria sekolah penerbangan yang punya kualitas bagus salah satunya ialah menawarkan 4 lisensi dasar atau program sekolah yaitu PPL, CPL, IR, dan MER. Lisensi PPL (Private Pilot Licence) adalah surat izin terbang yang digunakan pilot untuk menerbangkan pesawat pribadi misalnya berkapasitas 2-4 orang, sedangkan CPL (Commercial Pilot Licence) merupakan surat izin untuk mengemudikan pesawat komersial atau penumpang. Berbeda lagi dengan IR (Instrument Rating), pilot sudah diizinkan menerbangkan pesawat di cuaca yang gelap seperti halnya malam hari. Sekarang maskapai penerbangan lebih mengutamakan pilot yang mengantongi lisensi MER (Multi Engine Rating), sebab dipercaya telah mampu menerbangkan pesawat dengan mesin berganda. Untuk menarik perhatian maskapai, mengambil program sekolah dengan lisensi MER patut dipertimbangkan agar ketika melamar kerja cepat diterima.

Durasi pendidikan

Semakin pendek durasi pendidikan akan semakin cepat pula pelatihan diselesaikan. Di sekolah penerbangan durasi pendidikan terhitung cukup singkat, dari 1,5 tahun bahkan tidak sampai 2 tahun. Seperti halnya sekolah pilot Ardmore New Zealand yang siap mencetak para cadet untuk menjadi penerbang profesional dengan durasi hanya 16 bulan dan 214 jam terbang aktual. Dengan durasi pendidikan yang sangat singkat serta jam terbang yang maksimal sangat mendukung kemampuan cadet untuk menjadi pilot berkualitas. Inilah betapa pentingnya mempertimbangkan masa pendidikan dalam memilih sekolah penerbangan agar nantinya dapat memperoleh kesempatan kerja yang menjanjikan bagi masa depan.

Fasilitas sekolah

Sebuah fasilitas sekolah juga patut menjadi pertimbangan dalam memilihnya. Dengan fasilitas yang lengkap sangat mendukung kemampuan cadet dalam menimba ilmu. Di sekolah pilot, beberapa fasilitas penting yang wajib dimiliki di antaranya adalah asrama, gedung sekolah, simulator, pesawat latih, bahkan pula akan lebih menjanjikan apabila mempunyai bandara pribadi. Tanpa fasilitas yang lengkap, pendidikan akan kurang maksimal. Contohnya pada pesawat latih yang jumlahnya relatif sedikit membuat para cadet harus menunggu giliran untuk latihan terbang. Perkara tersebut bisa jadi mengakibatkan lambatnya lulus. Untuk itu, pertimbangkan hal ini secara baik-baik dalam memilih sekolah agar tidak sampai tertipu.

Lulusan

Pentingnya mencari tahu lulusan dari sekolah yang dipilih sebagai bukti bahwasanya lembaga pendidikan yang dituju benar-benar tepat. Akan lebih meyakinkan apabila sekolah dapat mengantarkan para lulusannya ke maskapai penerbangan top di dunia. Perlu diketahui bahwa, bukan fiftif belaka jika pilot malah menganggur setelah lulus sekolah. Kalau ternyata kualifikasinya tidak memenuhi syarat seperti yang diminta airline tentu sulit mendapat pekerjaan.

Untuk menjadi penerbang yang handal dan berkualitas sehingga nantinya dapat bekerja di maskapai penerbangan terbaik, utamanya cadet harus memilih sekolah yang benar-benar tepat sebagai tempat menempuh pendidikan dan pelatihan terbang. Dapatkan infomasi lebih lengkap tentang sekolah penerbangan top dari berbagai negara di http://www.sekolah-pilot.com/.


Leave a reply

Kesalahan yang Melatarbelakangi Lulusan Sekolah Pilot Menganggur

Dunia penerbangan memang makin berkembang, bisa dilihat dari maskapai penerbangan yang menambah rute penerbangan hingga armadanya. Fenomena ini membuat peluang kerja sebagai pilot terbuka lebar. Sayangnya,hal ini tak lantas membuat para lulusan sekolah penerbangan mudah dapat kerja. Ada alumni sekolah pilot yang justru menganggur. Menyesakkan bukan? Sudah keluar banyak biaya tapi ujungnya menjadi pengangguran. Sebetulnya apa yang melatarbelakangi masalah ini?

Terjebak di sekolah kurang berkualitas

Kesalahan yang dilakukan para lulusan sehingga kesulitan dapat kerja adalah sebelumnya terjebak di sekolah kurang berkualitas. Sekolah pilot kurang berkualitas salah satu cirinya tidak punya bandara latihan sendiri sehingga harus berbagi dengan komersil. Ketika ada pesawat komersil yang akan menggunakan landasan pacu, terpaksa menunggu meskipun dalam kondisi mesin hidup. Padahal, jam terbang dihitung mulai dari menghidupkan mesin. Kondisi ini membuat lulusan punya jam terbang tinggi tapi kemampuannya minim. Airline manapun tentu tidak akan ambil resiko merekrut pelamar dengan kriteria tsb. Bertolak dari kondisi ini, siapa pun yang tertarik masuk sekolah pilot hendaknya berhati-hati. Jangan ambil keputusan sendiri jika memang kurang paham tentang sekolah pilot. Dapatkan rekomendasi sekolah pilot terpercaya dari konsultan sekolah pilot.

Terjerat miras & obat-obatan terlarang

Para lulusan sekolah pilot yang menganggur bisa jadi terjerat miras & obat-obatan terlarang, entah karena pergaulan yang salah atau pun karena faktor lain yang berasal dari dalam diri/keluarga. Dia tidak lolos saat pemeriksaan urin, darah, rambut, atau lainnya karena terbukti mengkonsumsi kedua barang haram tsb. Pilot profesional saja bisa dibekukan izin terbangnya bahkan dipecat jika terbukti terjerat miras & obat-obatan terlarang, apalagi mereka yang baru mau melamar kerja tentu bakal ditolak. Tidak lain karena kedua miras & obat-obatan terlarang akan membuat pilot kehilangan kesadaran sehingga dapat membahayakan diri, kru, sekaligus penumpang sehingga keselamatan penerbangan tidak tercapai. Jangan sia-siakan pengorbanan berupa uang, waktu, & tenaga untuk pendidikan & pelatihan di sekolah penerbangan dengan menggunaan barang haram tsb.

Punya personaliti yang kurang bagus

Kepribadian menjadi salah satu faktor yang dinilai pihak airline ketika merekrut penerbang armadanya. Meskipun pelamar kerja memiliki jam terbang tinggi, memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang bagus, serta mempunyai tubuh yang profesional & sehat, tapi jika personalitinya dinilai kurang bagus misalnya terlalu banyak diam saat interview berlangsung, bersikap tidak sopan & sombong, dsb, rasanya akan sulit untuk diterima bekerja. Bukan hanya susah dapat kerja jadi pilot saja, melainkan juga akan sulit diterima di bidang kerja apa pun. Maka dari itu, belajar untuk memperbaiki diri. Lingkungan sejatinya memberikan pengaruh besar terhadap kepribadian, so bergaulah dengan mereka yang memiliki good personality sehingga akan ikut menjadi sosok yang berkepribadian yang baik pula.

Itulah beberapa kesalahan yang membuat lulusan kesulitan mendapatkan kepercayaan dari pihak airline untuk menjadi salah satu penerbang armadanya. Semoga dengan adanya informasi ini dapat membuat Anda sekalian lebih berhati-hati dalam memilih sekolah serta lebih cerdas dalam bergaul agar bisa mewujudkan impian sebagai pilot airline. Dengan begitu, pendidikan & pelatihan yang diikuti selama lebih kurang 12 bulan dengan biaya yang tinggi rasanya tidak sia-sia.